Setelah acara selesai, biasanya yang kamu pegang hanyalah TOR (kerangka acuan), rundown, beberapa foto, dan catatan di ponsel. Panduan ini menunjukkan cara mengubah tumpukan bahan itu menjadi berita yang siap diunggah ke website prodi, dalam waktu kurang dari satu jam.

Suasana seminar di aula kampus dengan pembicara di panggung dan peserta di kursi

Bahan berita paling lengkap dikumpulkan saat acara berlangsung. Foto: Edward Yelde, CC BY-SA 4.0 via Wikimedia Commons

Alur kerja dari bahan ke berita

Lima tahap menulis berita kegiatan: kumpulkan bahan, tentukan angle, tulis lead, susun tubuh, cek dan terbitkan

Tahap 1: Kumpulkan bahan sebelum dan saat acara

Bahan yang lengkap membuat penulisan cepat. Siapkan sebelum hari H:

  • TOR atau proposal acara untuk tujuan kegiatan (bagian Mengapa).
  • Rundown untuk nama pembicara, jabatan, dan urutan acara.
  • Daftar peserta atau target peserta untuk angka.

Saat acara berlangsung, catat:

  • Dua sampai tiga kutipan dari pembicara atau peserta. Tulis persis, lalu konfirmasi nama dan jabatannya.
  • Momen yang menarik: pertanyaan peserta yang unik, demo alat, atau hasil yang diumumkan.
  • Jumlah peserta nyata, bukan target di proposal.

Kalau tidak bisa hadir, minta panitia mengisi formulir singkat berisi 5W+1H dan dua kutipan. Formulir ini bisa dipakai berulang untuk setiap acara.

Tahap 2: Tentukan angle

Angle adalah sudut pandang berita: hal paling menarik yang akan kamu taruh di judul dan lead. Satu acara bisa punya beberapa angle. Pilih satu saja.

Kemungkinan angle Contoh judul
Hasil acara 30 UMKM Pamulang Kini Bisa Lapor Pajak Daring
Angka peserta 150 Mahasiswa Ikuti Simulasi Wawancara Kerja
Narasumber Praktisi HR Bagikan Kesalahan Umum Pelamar Kerja
Hal yang tidak biasa Mahasiswa Akuntansi Ajari Pedagang Pasar Membuat Laporan Keuangan

Angle yang berfokus pada hasil atau manfaat biasanya lebih menarik daripada angle "acara telah dilaksanakan".

Tahap 3: Tulis lead

Pakai lead ringkasan yang menjawab siapa, apa, kapan, dan di mana, ditambah angle yang kamu pilih. Cara lengkapnya ada di panduan Menyusun Lead atau Paragraf Pembuka Berita.

Tahap 4: Susun tubuh berita

Tubuh berita bisa mengikuti kerangka ini. Setiap kotak kira-kira satu paragraf.

Kerangka tubuh berita kegiatan: lead, tujuan, jalannya acara, kutipan, hasil, dan penutup

Cara menulis kutipan

Kutipan langsung ditulis dengan tanda petik dan diikuti nama serta jabatan narasumber:

"Kesalahan paling sering adalah CV yang terlalu panjang. Rekruter rata-rata hanya membaca beberapa detik," kata Dewi Lestari, praktisi HR yang menjadi pembicara seminar.

Nama dan isi kutipan di atas hanya contoh.

Beberapa aturan sederhana:

  • Sebut nama lengkap dan jabatan saat narasumber pertama kali muncul. Setelah itu cukup nama panggilan atau nama belakang.
  • Pakai kata kerja netral seperti kata, ujar, jelas. Hindari menegaskan atau membeberkan kalau tidak sesuai.
  • Jangan mengubah isi ucapan. Kalau ucapannya terlalu panjang, pakai kutipan tidak langsung: Menurut Dewi, CV yang ringkas lebih mudah dibaca rekruter.

Tahap 5: Cek sebelum terbit

Ceklis sebelum menerbitkan berita kegiatan

Yang terakhir paling penting. Mata orang kedua hampir selalu menemukan salah ketik yang terlewat oleh penulisnya.

Mempercepat dengan tool Masarin

Untuk acara rutin, kamu bisa memakai tool Artikel Kampus · Event. Isi tanggal, penyelenggara, jalannya acara, dan hasilnya, lalu salin prompt yang dihasilkan ke asisten AI. Untuk prestasi, pakai Artikel Kampus · Prestasi. Draf dari AI tetap harus kamu cek dengan ceklis di atas, karena AI bisa salah menulis nama, angka, atau menambahkan hal yang tidak terjadi.

Setelah berita selesai, langkah berikutnya adalah merapikan tampilannya di website: heading, paragraf, dan tautan. Itu dibahas di panduan Membuat Heading, Paragraf, dan Tautan yang Mudah Dibaca.