Insights Instagram memberi tahu performa konten media sosial. Untuk website, alat yang setara adalah Google Search Console: layanan gratis dari Google yang menunjukkan kata apa yang membuat orang menemukan situsmu, berapa kali artikelmu muncul di hasil pencarian, dan berapa yang mengklik.
Panduan ini fokus pada audit artikel: menemukan artikel yang sebenarnya dicari orang, tapi belum banyak diklik atau belum muncul di posisi atas.
Sebelum mulai: minta akses
Search Console dipasang per situs oleh pengelola website, biasanya tim IT. Kalau situs prodimu sudah terdaftar, minta pemiliknya menambahkan email Google-mu lewat menu Setelan, lalu Pengguna dan izin. Akses Terbatas sudah cukup untuk membaca laporan. Kalau situsnya belum terdaftar sama sekali, sampaikan ke tim IT, karena pendaftarannya membutuhkan verifikasi kepemilikan domain.
Empat angka di laporan Performa
Buka search.google.com/search-console, pilih situs prodimu, lalu masuk ke menu Performa (Hasil penelusuran). Di bagian atas ada empat kotak angka:

Klik keempat kotak itu supaya semua garisnya tampil di grafik. Lalu ubah rentang tanggal menjadi 3 bulan terakhir untuk audit pertama.
Di bawah grafik ada tab Kueri (kata yang diketik orang) dan Halaman (artikel yang muncul). Audit artikel paling sering dimulai dari tab Halaman.
Temuan 1: Tayangan tinggi, CTR rendah
Artinya: artikelmu sering muncul di Google, tapi orang memilih hasil lain. Penyebabnya hampir selalu ada di judul atau deskripsi.
Cara menemukannya:
- Buka tab Halaman, urutkan berdasarkan Tayangan dari yang terbesar.
- Cari artikel dengan tayangan besar tapi CTR jauh di bawah rata-rata situsmu.
- Klik artikel itu, lalu buka tab Kueri untuk melihat kata yang dipakai orang.
Perbaikannya: tulis ulang meta title dan meta description supaya cocok dengan kueri yang paling sering muncul. Caranya ada di panduan Menulis Meta Title, Meta Description, dan Slug SEO.
Temuan 2: Posisi 8 sampai 20
Artinya: Google menganggap artikelmu relevan, tapi belum cukup kuat untuk halaman pertama. Inilah artikel yang paling mudah dinaikkan.

Cara memperbaikinya:
- Lengkapi isinya. Lihat kueri artikel itu. Kalau ada pertanyaan yang belum terjawab, tambahkan bagian baru.
- Perbarui informasi lama. Tahun, jadwal, dan biaya yang sudah kedaluwarsa membuat artikel kurang dipercaya.
- Tambah internal link dari artikel lain yang relevan ke artikel ini. Lihat panduan Menerapkan Internal Linking dan Structured Data Artikel.
Temuan 3: Artikel yang belum terindeks
Artikel yang tidak terindeks tidak akan pernah muncul di Google. Ada dua cara mengeceknya:
- Untuk satu artikel: tempel alamat artikel di kolom Inspeksi URL paling atas. Kalau statusnya belum ada di Google dan halamannya memang sudah benar, klik Minta pengindeksan.
- Untuk seluruh situs: buka menu Halaman di bagian Pengindeksan. Di sana ada daftar alasan halaman tidak diindeks, seperti Di-crawl, saat ini tidak diindeks atau Duplikat.
Artikel yang sangat pendek, mirip dengan artikel lain, atau tidak ditautkan dari halaman mana pun lebih sering mengalami masalah ini.
Susun tabel audit
Rangkum temuanmu dalam satu tabel supaya jelas siapa mengerjakan apa.
| Artikel | Masalah | Tindakan | PJ | Cek ulang |
|---|---|---|---|---|
| Syarat cuti kuliah | Posisi 9,4 | Tambah bagian syarat dokumen, perbarui tahun | Rina | 4 minggu lagi |
| Prospek kerja akuntansi | CTR 1,2% | Tulis ulang meta title dan description | Dimas | 4 minggu lagi |
| Berita juara robotik | Belum terindeks | Inspeksi URL, tambah tautan dari halaman prestasi | Sari | 1 minggu lagi |
Perubahan di Google tidak langsung terlihat. Beri waktu tiga sampai empat minggu sebelum menilai hasilnya, lalu bandingkan angka sebelum dan sesudah perbaikan dengan fitur Bandingkan di pilihan rentang tanggal.
Ritme audit yang masuk akal

Dengan ritme ini, artikel lama yang sudah ditulis dengan susah payah tetap bekerja mendatangkan pembaca, bukan hanya artikel yang baru terbit.


