Dua teknik SEO ini terdengar teknis, tapi idenya sederhana. Internal linking berarti menautkan artikel ke artikel lain di situs yang sama. Structured data berarti menambahkan keterangan tersembunyi yang memberi tahu Google: ini artikel berita, judulnya ini, terbit tanggal ini, gambarnya ini.
Keduanya membantu Google memahami situs prodimu, dan internal linking juga membuat pembaca betah membuka lebih banyak halaman.
Bagian 1: Internal linking
Kenapa penting
- Untuk pembaca: orang yang selesai membaca Syarat Cuti Kuliah kemungkinan juga butuh Cara Aktif Kembali Setelah Cuti. Tautan membuat mereka tidak perlu mencari lagi.
- Untuk Google: mesin pencari menemukan halaman baru dengan mengikuti tautan. Artikel yang tidak ditautkan dari mana pun (disebut orphan page) lebih lambat ditemukan.
- Untuk menunjukkan halaman penting: halaman yang sering ditautkan dianggap lebih penting di dalam situsmu.
Susun artikel dalam kelompok topik
Cara paling rapi adalah pola topik utama dan turunan. Satu artikel panjang menjadi pusat, artikel-artikel yang lebih spesifik menautkan ke sana, dan sebaliknya.

Contoh lain untuk berita: semua berita prestasi menautkan ke halaman Prestasi Mahasiswa Prodi, dan halaman itu berisi daftar semua berita prestasi.
Cara menambahkan internal link
- Saat menulis artikel baru, cari dua sampai lima artikel lama yang relevan dan tautkan di kalimat yang pas. Cara cepat mencarinya: ketik
site:alamat-situs-prodi.ac.id cutidi Google. - Setelah artikel baru terbit, buka dua atau tiga artikel lama yang terkait dan tambahkan tautan ke artikel baru. Langkah ini yang paling sering terlupa.
- Pakai anchor text yang jelas, yaitu teks yang menjelaskan isi halaman tujuan. Pembahasannya ada di panduan Membuat Heading, Paragraf, dan Tautan yang Mudah Dibaca.
| Anchor text | Penilaian |
|---|---|
| klik di sini | Tidak menjelaskan tujuan |
| artikel ini | Tidak menjelaskan tujuan |
| cara mengajukan cuti kuliah | Jelas dan memuat keyword halaman tujuan |
| daftar prestasi mahasiswa Manajemen | Jelas |
Contoh di Masarin
Panduan-panduan di Masarin Unpam juga saling menautkan. Panduan ini, misalnya, menautkan ke panduan riset keyword dan meta title karena ketiganya satu rangkaian.
Bagian 2: Structured data
Apa itu structured data
Structured data adalah potongan kode, biasanya dalam format JSON-LD, yang menjelaskan isi halaman memakai kosakata standar dari schema.org. Pembaca tidak melihatnya, tapi Google membacanya. Untuk artikel dan berita, jenis yang dipakai adalah Article atau NewsArticle.
Dengan structured data yang benar, Google lebih mudah menampilkan judul, gambar, dan tanggal artikelmu dengan tepat, misalnya di Google Discover atau di hasil berita.
Contoh kode NewsArticle
{
"@context": "https://schema.org",
"@type": "NewsArticle",
"headline": "Tim Robotik UNPAM Juarai Kontes Robot Regional",
"image": ["https://website-prodi.ac.id/uploads/tim-robotik-juara.jpg"],
"datePublished": "2026-10-05T09:00:00+07:00",
"dateModified": "2026-10-05T13:30:00+07:00",
"author": [{ "@type": "Organization", "name": "Prodi Teknik Informatika UNPAM" }],
"publisher": { "@type": "Organization", "name": "Universitas Pamulang" }
}
Alamat dan data di atas contoh. Ganti dengan data artikelmu sendiri.
Kolom yang paling penting:
| Kolom | Isi |
|---|---|
headline |
Judul artikel, sama dengan yang tampil di halaman |
image |
Alamat lengkap gambar utama |
datePublished |
Tanggal dan jam terbit, lengkap dengan zona waktu (+07:00 untuk WIB) |
dateModified |
Tanggal terakhir diubah |
author |
Penulis, bisa orang atau organisasi |
Cara memasangnya
Kabar baiknya, kamu jarang perlu menulis kode ini sendiri:
- WordPress: plugin SEO seperti Yoast SEO atau Rank Math menambahkan structured data
Articlesecara otomatis. Kamu cukup mengisi judul, gambar unggulan, dan penulis dengan benar. - Masarin Unpam: setiap panduan di situs ini otomatis memuat structured data
Article,BreadcrumbList, dan data organisasi. - CMS lain: cek dokumentasinya, atau minta tim IT menambahkan kode JSON-LD di template halaman berita.
Cara mengecek

Kesalahan yang paling sering muncul: gambar utama tidak diisi, tanggal tanpa zona waktu, dan judul di structured data berbeda dengan judul di halaman. Ketiganya biasanya beres kalau kolom di editor diisi lengkap sebelum terbit.
Setelah artikel terbit dan terindeks, kamu bisa memantau performanya di Google Search Console. Caranya dibahas di panduan Mengaudit Artikel Menggunakan Google Search Console.


