Artikel layanan seperti "cara mengajukan cuti kuliah" atau "syarat pendaftaran mahasiswa baru" bisa terus dibaca bertahun-tahun, asal orang bisa menemukannya di Google. Riset keyword membantu kamu menulis dengan kata yang benar-benar diketik orang, bukan kata yang dipakai di rapat internal.
Contoh sederhana: tim prodi mungkin menyebutnya "registrasi ulang", tapi calon mahasiswa mungkin mengetik "daftar ulang". Riset keyword memberi tahu mana yang lebih sering dicari.

Setiap pencarian dimulai dari kata yang diketik seseorang. Foto: Shixart1985, CC BY 2.0 via Wikimedia Commons
Kenali dulu niat pencarian
Sebelum mencari keyword, pahami bahwa setiap pencarian punya niat (search intent). Artikelmu harus cocok dengan niat itu.

Langkah 1: Tulis keyword awal
Mulai dari topik artikel, lalu tulis tiga sampai lima cara orang mungkin mengetiknya. Pakai bahasa sehari-hari, huruf kecil semua, seperti saat orang mengetik di ponsel.
Contoh topik pengajuan cuti akademik: "cuti kuliah", "cara cuti kuliah", "syarat cuti kuliah", "cuti akademik unpam".
Langkah 2: Kembangkan dengan alat gratis dari Google
Tidak perlu alat berbayar untuk memulai. Google sendiri menyediakan empat sumber ide:

Kumpulkan semua temuan di satu tabel. Google Keyword Planner juga bisa menunjukkan perkiraan jumlah pencarian, tapi alat itu butuh akun Google Ads. Untuk artikel kampus, empat sumber di atas biasanya sudah cukup.
Langkah 3: Bandingkan dengan Google Trends
Buka trends.google.com, ketik dua keyword yang mirip, lalu ubah wilayah ke Indonesia dan rentang waktu ke 12 bulan terakhir. Grafiknya menunjukkan perbandingan minat, bukan jumlah pencarian yang pasti. Tetap berguna untuk memilih istilah.
Google Trends juga memperlihatkan pola musiman. Pencarian seputar pendaftaran kuliah, misalnya, biasanya naik menjelang masa penerimaan mahasiswa baru. Artikel tentang topik musiman sebaiknya terbit sebelum puncaknya, supaya sempat terindeks.
Langkah 4: Pilih satu keyword utama
Dari daftar yang terkumpul, pilih satu keyword utama dan dua sampai empat keyword pendukung.
| Peran | Contoh | Ciri |
|---|---|---|
| Keyword utama | syarat cuti kuliah unpam | Paling cocok dengan isi dan niat pencarian |
| Pendukung | cara mengajukan cuti akademik | Variasi cara bertanya |
| Pendukung | berapa lama cuti kuliah | Diambil dari Orang lain juga bertanya |
| Pendukung | surat permohonan cuti kuliah | Hal yang sering dicari bersamaan |
Keyword yang mengandung nama kampus (unpam) biasanya lebih mudah dimenangkan oleh website resmi, karena memang kampusmu sumber paling tepat untuk menjawabnya.
Langkah 5: Tempatkan keyword dengan wajar
Keyword utama sebaiknya muncul di:
- Judul artikel, sebisa mungkin di awal.
- Paragraf pertama.
- Satu atau dua subjudul (H2), kalau tetap terdengar alami.
- Slug URL, misalnya /syarat-cuti-kuliah-unpam.
- Meta description.
Keyword pendukung cukup dipakai sebagai subjudul atau di dalam paragraf yang relevan. Jangan mengulang keyword yang sama di setiap paragraf. Google sudah bisa memahami sinonim, dan pembaca akan merasa tulisanmu dibuat untuk mesin, bukan untuk mereka.

Satu artikel, satu niat
Kalau kamu menemukan dua keyword dengan niat yang berbeda, misalnya syarat cuti kuliah dan cara aktif kembali setelah cuti, lebih baik buat dua artikel dan saling hubungkan dengan tautan. Setiap artikel jadi lebih fokus dan lebih mudah muncul di pencarian yang tepat.
Untuk menyusun draf artikel dari keyword yang sudah dipilih, kamu bisa memakai tool SEO Article Prompt Generator. Langkah berikutnya adalah menulis judul SEO, meta description, dan slug, yang dibahas di panduan Menulis Meta Title, Meta Description, dan Slug SEO.


