Desain yang terlihat profesional jarang berasal dari efek yang rumit. Biasanya, desainer hanya memegang empat prinsip dasar dengan disiplin: tipografi yang rapi, kontras yang cukup, alignment yang konsisten, dan hierarchy yang jelas. Kalau keempatnya beres, poster sederhana pun akan terlihat matang.

Huruf-huruf kayu untuk mesin cetak letterpress

Prinsip tipografi sudah dipakai sejak huruf masih dicetak dari balok kayu. Foto: Michellecornelison, CC BY-SA 4.0 via Wikimedia Commons

Tipografi: memilih dan memasangkan font

Kenali dua jenis font utama

Jenis Ciri Kesan Cocok untuk
Sans serif Tanpa kaki di ujung huruf Modern, bersih Hampir semua konten media sosial
Serif Ada kaki kecil di ujung huruf Formal, klasik Undangan resmi, kutipan, acara akademik
Display atau dekoratif Bentuk unik Kuat, berkarakter Judul pendek saja, jangan untuk teks panjang

Aturan memasangkan font

  1. Maksimal dua font dalam satu desain. Satu untuk judul, satu untuk teks.
  2. Bedakan dengan jelas. Pasangan sans serif tebal untuk judul dan sans serif biasa untuk teks sudah sangat aman.
  3. Pakai variasi ketebalan (tipis, reguler, tebal) dari font yang sama sebelum menambah font baru.
  4. Patuhi font resmi kalau kampus atau prodi punya pedoman identitas visual.

Ukuran huruf untuk layar ponsel

Kanvas Instagram selebar 1080 px ditampilkan jauh lebih kecil di layar ponsel. Pegangan ukuran yang aman:

Peran teks Ukuran di kanvas 1080 px
Judul 80 sampai 120 px
Subjudul 40 sampai 56 px
Teks isi 28 sampai 36 px
Catatan kecil Minimal 24 px

Kontras: supaya terbaca

Kontras adalah perbedaan antara teks dan latarnya. Teks abu-abu muda di atas putih mungkin terlihat elegan di laptop, tapi hampir tidak terbaca di ponsel yang dipakai di bawah sinar matahari.

Contoh pasangan warna teks dan latar dengan kontras yang baik dan yang buruk

Untuk teks di atas foto, tambahkan kotak atau lapisan warna semi transparan di belakang teks. Di Canva, tambahkan kotak dari Elemen, beri warna gelap, lalu turunkan Transparansi sampai sekitar 50 sampai 70 persen.

Kalau ingin lebih pasti, cek pasangan warna di alat pemeriksa kontras seperti WebAIM Contrast Checker. Untuk teks isi, usahakan rasio kontras minimal 4,5 : 1.

Alignment: semua elemen punya pegangan

Alignment berarti setiap elemen sejajar dengan elemen lain atau dengan garis tertentu. Desain yang elemennya ditaruh "kira-kira di situ" langsung terlihat berantakan, walau orang awam tidak bisa menjelaskan kenapa.

  • Pilih satu sumbu utama. Rata kiri paling mudah dibaca untuk teks lebih dari dua baris. Rata tengah cocok untuk judul pendek dan poster simetris.
  • Jangan mencampur rata kiri, tengah, dan kanan dalam satu blok teks.
  • Buat margin yang sama di keempat sisi, misalnya 80 px.
  • Manfaatkan garis bantu yang muncul saat menggeser elemen di Canva.

Hierarchy: menentukan urutan baca

Hierarchy (hierarki visual) adalah cara mengatur elemen supaya mata pembaca tahu harus melihat apa lebih dulu.

Urutan baca poster berdasarkan hierarki visual: judul, gambar, informasi, dan ajakan

Alat untuk menciptakan hierarki:

  1. Ukuran. Elemen terpenting paling besar.
  2. Ketebalan. Huruf tebal menarik perhatian lebih dulu.
  3. Warna. Warna aksen dipakai hanya untuk satu atau dua hal yang paling penting.
  4. Ruang kosong. Elemen yang dikelilingi ruang kosong terlihat lebih penting.
  5. Posisi. Pembaca umumnya mulai dari kiri atas atau dari tengah atas.

Cek cepat: uji menyipit

Setelah desain jadi, mundurkan tubuhmu dari layar atau perkecil desain, lalu pejamkan mata sebagian sampai pandangan agak buram. Elemen apa yang pertama terlihat? Kalau jawabannya bukan judul, ubah ukuran, ketebalan, atau kontrasnya. Uji sederhana ini sering dipakai desainer untuk mengecek hierarki.

Prinsip-prinsip ini langsung dipraktikkan di panduan berikutnya, Membuat Poster Kegiatan Kampus yang Mudah Dibaca.