Kalender konten menjawab kapan posting. Strategi konten menjawab pertanyaan yang lebih dasar: konten ini untuk siapa, dan kenapa mereka perlu peduli? Tanpa jawaban itu, akun prodi mudah berubah menjadi papan pengumuman yang hanya dibaca kalau terpaksa.

Ada dua alat yang dipakai di panduan ini: persona audiens untuk memahami siapa yang dituju, dan content pillars untuk menentukan topik yang terus diulang.

Dinding penuh kertas tempel warna-warni berisi catatan

Ide yang berserakan jadi strategi setelah dikelompokkan. Foto: New editing editor, CC BY-SA 4.0 via Wikimedia Commons

Langkah 1: Tentukan siapa saja audiensmu

Akun prodi hampir selalu punya lebih dari satu kelompok audiens. Tulis semuanya, lalu urutkan berdasarkan prioritas.

Audiens Yang mereka cari Prioritas
Calon mahasiswa (siswa SMA/SMK) Seperti apa kuliah di sini, prospek kerja, biaya Tinggi
Mahasiswa aktif Info akademik, jadwal, kegiatan Tinggi
Orang tua calon mahasiswa Akreditasi, keamanan, biaya, lulusan Sedang
Alumni dan mitra Kabar prodi, peluang kerja sama Rendah

Prioritas tidak berarti audiens lain diabaikan. Artinya, saat waktu terbatas, konten untuk audiens prioritas dikerjakan lebih dulu.

Langkah 2: Buat persona untuk audiens utama

Persona adalah gambaran satu orang khas dari kelompok audiens. Tujuannya supaya tim membayangkan manusia sungguhan saat menulis, bukan "target pasar" yang abstrak.

Contoh persona audiens: siswa kelas 12 yang sedang memilih jurusan kuliah

Persona di atas adalah contoh rekaan. Untuk prodimu sendiri, isi persona dari data yang ada: pertanyaan yang sering masuk ke DM, bagian audiens di Insights, dan obrolan dengan mahasiswa baru tentang alasan mereka memilih prodi.

Langkah 3: Turunkan menjadi content pillars

Pillar adalah jembatan antara kebutuhan audiens dan tujuan prodi. Ambil kebutuhan dari persona, lalu kelompokkan menjadi tiga sampai lima tema besar.

Empat content pillars akun prodi: Kenalan Prodi, Belajar Bareng, Cerita Kampus, dan Info Penting

Beri nama pillar yang mudah diingat tim. Nama yang hidup seperti Belajar Bareng lebih gampang dipakai dalam rapat daripada Konten Edukatif Tipe B.

Langkah 4: Atur porsinya

Porsi pillar sebaiknya mengikuti tujuan semester. Saat masa pendaftaran mahasiswa baru, naikkan porsi Kenalan Prodi. Saat masa ujian, naikkan Belajar Bareng dan Info Penting. Tulis porsinya dalam persen, lalu kalikan dengan target konten bulanan.

Contoh: target 8 postingan Instagram per bulan dengan porsi 25%, 30%, 25%, 20% berarti sekitar 2, 2 sampai 3, 2, dan 1 sampai 2 postingan untuk tiap pillar.

Langkah 5: Isi bank ide

Bank ide adalah daftar ide konten yang dikelompokkan per pillar. Setiap kali kamu menyusun kalender, tinggal ambil dari sini. Cara mengisinya:

  1. Untuk tiap pillar, tulis 10 ide secepatnya tanpa disaring.
  2. Coret ide yang tidak cocok dengan persona.
  3. Untuk ide yang tersisa, tentukan format yang paling pas: Feed, Carousel, Reels, atau Story.

Contoh ide untuk pillar Kenalan Prodi: "Sehari jadi mahasiswa Teknik Informatika" (Reels), "5 mata kuliah yang paling sering ditanya" (Carousel), "Alumni kami sekarang kerja di mana?" (Reels wawancara).

Langkah 6: Cek konten dengan tiga pertanyaan

Sebelum konten dikerjakan, uji dengan tiga pertanyaan ini:

Tiga pertanyaan untuk menguji ide konten sebelum diproduksi

Tulis strateginya dalam satu halaman

Gabungkan hasil semua langkah ke dalam satu dokumen pendek: daftar audiens, satu atau dua persona, pillar beserta porsinya, dan contoh ide. Bagikan ke semua anggota tim konten. Dokumen ini yang akan kamu pakai untuk menilai ide baru, menyusun kalender, dan membaca hasil audit konten setiap beberapa bulan.