Laporan bulanan sering memakan waktu lebih lama dari yang seharusnya: menyalin angka, menghitung ulang, membuat grafik, lalu memformat dokumen. Padahal yang berubah setiap bulan hanya datanya. Dashboard menyelesaikan masalah ini. Kamu menyiapkan tampilannya sekali, lalu setiap kali data baru masuk, grafik dan angkanya ikut berubah sendiri.

Panduan ini memakai dua alat gratis dari Google: Google Sheets sebagai tempat data, dan Looker Studio sebagai tampilan dashboard.

Gambaran alurnya

Alur dashboard otomatis: input data, Google Sheets, Looker Studio, dan laporan dibagikan

Langkah 1: Siapkan sheet data mentah

Buat file Google Sheets baru bernama Data Media Sosial Prodi. Di tab pertama, buat kolom berikut di baris paling atas. Satu baris mewakili satu konten.

Tanggal Platform Format Pilar Judul Tautan Views Reach Suka Komentar Bagikan Simpan
2026-09-03 Instagram Carousel Edukasi Tips isi KRS (link) 2100 1400 120 18 30 80

Ada tiga aturan supaya dashboard tidak rusak:

  1. Satu baris judul saja. Jangan menggabungkan sel atau membuat judul bertingkat.
  2. Format tanggal seragam, misalnya tahun-bulan-tanggal.
  3. Angka diisi angka saja, tanpa titik ribuan atau tulisan "views".

Kalau kamu memakai panel Masarin Unpam, data postingan per prodi bisa diunduh sebagai CSV dari menu Rekapan, lalu ditempel ke sheet ini.

Langkah 2: Tambahkan kolom rumus

Tambahkan kolom hitungan di sebelah kanan data mentah. Rumus ini akan otomatis berlaku untuk baris baru kalau kamu menyalinnya ke seluruh kolom.

  • Interaksi: =I2+J2+K2+L2
  • Engagement rate: =IF(H2>0, M2/H2, 0) lalu ubah format sel menjadi persen.
  • Bulan: =TEXT(A2, "yyyy-mm") untuk memudahkan pengelompokan per bulan.

Langkah 3: Hubungkan ke Looker Studio

  1. Buka lookerstudio.google.com dan masuk dengan akun Google yang sama.
  2. Klik Buat, lalu pilih Laporan.
  3. Pilih konektor Google Spreadsheet, cari file Data Media Sosial Prodi, lalu pilih tab data mentahnya.
  4. Klik Tambahkan. Looker Studio akan membaca semua kolom sebagai dimensi (teks dan tanggal) dan metrik (angka).

Periksa jenis kolom di panel kanan. Pastikan Tanggal terbaca sebagai tanggal dan Engagement rate sebagai persen.

Langkah 4: Susun isi dashboard

Dashboard yang baik menjawab pertanyaan koordinator dalam sekali lihat. Susun dari atas ke bawah seperti ini:

Contoh tata letak dashboard media sosial: kartu angka, grafik tren, grafik per format, dan tabel konten teratas

Cara menambahkan tiap bagian:

  • Kontrol filter: menu Tambahkan kontrol, pilih Kontrol rentang tanggal dan Daftar drop-down untuk kolom Platform.
  • Kartu skor: menu Tambahkan diagram, pilih Kartu skor, lalu atur metriknya (Views, Reach, ER dengan agregasi rata-rata).
  • Grafik tren: pilih Diagram deret waktu dengan dimensi Tanggal dan metrik Views.
  • Per format: pilih Diagram batang dengan dimensi Format dan metrik ER.
  • Konten teratas: pilih Tabel, isi dimensi Judul dan Tautan, metrik Views dan ER, urutkan menurun, batasi 10 baris.

Langkah 5: Bagikan dan biarkan bekerja

Klik Bagikan di kanan atas, lalu beri akses lihat ke koordinator. Mulai sekarang, setiap kali tim menambah baris di Google Sheets, dashboard ikut diperbarui. Looker Studio menyegarkan data dari Sheets secara berkala, dan kamu bisa menekan tombol segarkan data kalau ingin melihat perubahan saat itu juga.

Kamu juga bisa menjadwalkan email laporan dari menu Bagikan, pilih Jadwalkan pengiriman, misalnya setiap tanggal 1 pagi ke email koordinator.

Tips supaya dashboard tetap berguna

  • Tampilkan maksimal enam sampai delapan grafik. Dashboard yang terlalu penuh malah tidak dibaca.
  • Taruh angka target di samping angka capaian, misalnya target 8 postingan Instagram per bulan, supaya orang langsung tahu sudah tercapai atau belum.
  • Tulis satu kotak teks berisi catatan bulan ini, misalnya "Views naik karena Reels wisuda dibagikan akun universitas". Angka tanpa cerita sering disalahpahami.
  • Pertahankan nama kolom di Sheets. Mengganti nama kolom bisa membuat grafik di Looker Studio kehilangan datanya.

Setelah dashboard jadi, waktu yang dulu dipakai untuk menyusun laporan bisa dipindahkan ke pekerjaan yang lebih penting, yaitu memikirkan konten bulan depan.