Membaca Insights setiap bulan memberi tahu konten mana yang menang bulan itu. Content audit melihat lebih jauh: kamu mengumpulkan konten dari beberapa bulan sekaligus, lalu mencari pola. Hasilnya bukan lagi "postingan A kurang bagus", melainkan "poster pengumuman tanpa foto selalu sepi" atau "Reels di atas 60 detik jarang ditonton sampai habis".

Lakukan audit setiap tiga atau enam bulan. Satu sesi biasanya selesai dalam dua sampai tiga jam.

Laptop di meja yang penuh berkas menampilkan beberapa grafik

Audit dimulai dari satu tabel berisi semua konten. Foto: rawpixel, CC0 via Wikimedia Commons

Langkah 1: Kumpulkan semua konten dalam satu tabel

Ambil semua postingan tiga bulan terakhir. Buat satu baris untuk tiap konten dengan kolom berikut:

Kolom Isi
Tanggal Tanggal terbit
Tautan Link postingan
Format Feed, Carousel, Reels, Story
Pilar Akademik, edukasi, kegiatan, promosi
Gaya visual Poster teks, foto asli, video wawancara, dan seterusnya
Views, Reach, Interaksi Dari Insights postingan
Simpan + bagikan Dari Insights postingan
ER Interaksi ÷ Reach × 100%

Kalau prodimu rajin merekap tautan di panel Masarin Unpam, daftar tautan postingan bisa diambil dari menu Rekapan sehingga kamu tidak perlu menelusuri grid satu per satu.

Langkah 2: Beri label yang konsisten

Bagian ini paling menentukan kualitas audit. Label harus dipilih dari daftar tetap, bukan diketik bebas. "Poster", "poster teks", dan "Poster Info" akan dihitung sebagai tiga hal berbeda oleh spreadsheet. Pakai fitur Validasi data di Google Sheets untuk membuat menu pilihan di kolom Format, Pilar, dan Gaya visual.

Langkah 3: Hitung rata-rata per kelompok

Sekarang kelompokkan. Di Google Sheets, pilih seluruh tabel lalu buat Tabel pivot. Taruh Gaya visual di baris, lalu tambahkan rata-rata ER dan rata-rata Reach di nilai.

Contoh hasil audit: rata-rata engagement rate per gaya visual, poster teks paling rendah

Ulangi pivot dengan sudut lain: per pilar, per format, per hari posting. Setiap pivot bisa memunculkan pola yang berbeda.

Langkah 4: Tandai konten yang kurang efektif

Hitung rata-rata ER seluruh akun. Konten yang ER-nya kurang dari setengah rata-rata akun, dan Reach-nya juga di bawah rata-rata, masuk daftar konten lemah. Lalu baca ulang konten-konten itu satu per satu dan tulis dugaan penyebabnya:

  • Judul atau hook tidak jelas.
  • Teks di gambar terlalu banyak dan kecil.
  • Topiknya hanya relevan untuk sebagian kecil mahasiswa.
  • Diunggah di jam sepi atau bertabrakan dengan unggahan lain.
  • Tidak ada ajakan, jadi orang tidak tahu harus berbuat apa.

Langkah 5: Putuskan nasib setiap pola

Setiap pola yang kamu temukan perlu satu keputusan. Pakai empat pilihan ini supaya diskusi tim tidak melebar.

Empat keputusan hasil content audit: pertahankan, perbaiki, uji ulang, dan hentikan

Contoh: poster teks penuh untuk pengumuman akademik ternyata selalu sepi. Keputusannya bisa perbaiki: ubah menjadi carousel dua slide, slide pertama hanya berisi satu kalimat besar, slide kedua berisi detail. Atau hentikan di Feed dan pindahkan ke Story dan Sorotan, karena pengumuman memang lebih cocok di sana.

Langkah 6: Tulis ringkasan audit

Ringkasan audit cukup satu halaman. Isinya:

  1. Rentang waktu dan jumlah konten yang diaudit.
  2. Tiga pola terkuat (yang dipertahankan).
  3. Tiga pola terlemah beserta keputusannya.
  4. Perubahan yang dicoba di kalender konten berikutnya.

Simpan ringkasan ini. Saat audit berikutnya, buka lagi ringkasan lama dan cek apakah perubahan yang dicoba benar-benar memperbaiki angkanya.

Hal yang perlu diingat

Audit menilai konten, bukan orang. Konten yang lemah sering terjadi karena tenggat yang mepet atau bahan yang terbatas, bukan karena pembuatnya kurang mampu. Sampaikan hasil audit sebagai bahan perbaikan bersama, supaya tim tetap semangat mencoba hal baru.