Kamu baru pegang akun Instagram prodi dan bingung kenapa ada empat tempat untuk posting? Wajar. Feed, Story, Reels, dan Carousel memang sama-sama muncul di Instagram, tapi cara orang menemukannya beda, umurnya beda, dan jenis informasi yang cocok juga beda.

Setelah membaca panduan ini, kamu bisa memilih format dengan cepat setiap kali ada bahan konten masuk, misalnya pengumuman jadwal UTS, dokumentasi seminar, atau prestasi mahasiswa.

Tangan memegang ponsel yang membuka aplikasi Instagram

Keempat format ada di satu aplikasi, tapi masing-masing punya peran sendiri. Foto: Santeri Viinamäki (both photo and screenshot), CC BY-SA 4.0 via Wikimedia Commons

Kenalan dulu dengan keempat format

Feed (foto atau video tunggal)

Feed adalah postingan yang tersimpan permanen di profil. Orang melihatnya di beranda pengikut, di halaman profil, dan kadang di tab Jelajahi. Karena awet, Feed cocok untuk informasi yang masih relevan beberapa minggu ke depan: poster pendaftaran, ucapan hari besar, atau foto kegiatan utama.

Story

Story tampil di lingkaran foto profil paling atas dan hilang setelah 24 jam. Justru karena cepat hilang, Story pas untuk hal yang sifatnya sekarang: pengingat "hari ini terakhir pengumpulan berkas", siaran ulang postingan Feed, polling, atau kuis singkat. Story yang penting bisa kamu simpan ke Sorotan (Highlight) supaya tetap bisa dibuka dari profil.

Reels

Reels adalah video vertikal. Kelebihannya, Reels paling sering disodorkan Instagram ke orang yang belum mengikuti akunmu. Jadi kalau tujuanmu menjangkau calon mahasiswa baru, Reels biasanya jalan paling cepat. Durasinya sekarang bisa sampai 3 menit, tapi untuk akun kampus, video 15 sampai 60 detik masih paling mudah ditonton sampai habis.

Carousel

Carousel adalah satu postingan berisi beberapa slide yang digeser ke samping, maksimal 20 foto atau video. Format ini enak untuk materi yang butuh urutan: langkah daftar ulang, lima tips menghadapi UAS, atau rangkuman acara dari pembukaan sampai penutupan.

Perbandingan empat format Instagram: Feed, Story, Reels, dan Carousel beserta kegunaannya

Ukuran yang aman dipakai

Supaya desain tidak terpotong, siapkan ukuran ini sejak awal di Canva atau aplikasi desainmu.

Format Ukuran (piksel) Rasio Catatan
Feed foto 1080 × 1350 4:5 Paling banyak memakan layar di beranda
Feed persegi 1080 × 1080 1:1 Masih aman, tapi terlihat lebih kecil
Story 1080 × 1920 9:16 Sisakan ruang kosong 250 px di atas dan bawah
Reels 1080 × 1920 9:16 Di grid profil tampil terpotong menjadi 3:4
Carousel 1080 × 1350 4:5 Semua slide mengikuti rasio slide pertama

Satu hal yang sering kelewat: sejak 2025, grid profil Instagram menampilkan setiap postingan dalam potongan 3:4. Artinya bagian paling kiri dan kanan dari Feed 4:5 bisa sedikit terpotong di halaman profil. Taruh judul dan logo agak ke tengah supaya tetap terbaca.

Perbandingan ukuran kanvas Feed 4:5, Feed 1:1, dan Story atau Reels 9:16

Cara memilih format dalam 30 detik

Setiap ada bahan konten masuk, jawab tiga pertanyaan ini secara berurutan.

  1. Apakah informasinya masih berguna minggu depan? Kalau tidak, misalnya pengingat "ruang seminar pindah ke lantai 3", cukup pakai Story.
  2. Apakah isinya punya beberapa langkah atau banyak poin? Kalau iya, jadikan Carousel. Satu slide untuk satu poin.
  3. Apakah ada momen yang lebih seru dilihat bergerak? Kalau ada, buat Reels. Sisanya, satu poster atau satu foto terbaik di Feed sudah cukup.

Tiga pertanyaan untuk memilih format konten Instagram

Contoh: satu acara, empat format

Misalkan prodimu mengadakan seminar karier hari Sabtu. Begini pembagian kontennya supaya tidak ada yang tumpang tindih:

  • Seminggu sebelum acara: Feed berisi poster seminar dan link pendaftaran di bio.
  • H-1 dan hari H pagi: Story pengingat, lengkap dengan stiker hitung mundur.
  • Saat acara: Story beberapa cuplikan suasana ruangan dan pembicara.
  • Sehari setelah acara: Carousel berisi rangkuman materi, lalu Reels 30 detik dari momen paling hidup, misalnya sesi tanya jawab.

Dengan pola ini, pengikut yang rajin dapat informasi lengkap, sementara orang yang belum mengikuti akunmu punya kesempatan menemukan prodimu lewat Reels.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Semua dijadikan Feed. Grid jadi penuh pengumuman yang cepat basi. Pindahkan pengingat harian ke Story.
  • Carousel berisi satu paragraf panjang yang dipecah. Setiap slide sebaiknya bisa dipahami sendiri, dengan satu judul pendek.
  • Reels berupa poster diam dengan musik. Instagram lebih menyukai video yang benar-benar bergerak. Kalau bahannya hanya poster, unggah sebagai Feed saja.
  • Lupa menyimpan Story penting ke Sorotan. Info seperti jadwal layanan akademik sebaiknya bisa dibuka kapan pun dari profil.

Kalau sudah paham fungsi tiap format, langkah berikutnya adalah merapikan halaman profil supaya orang yang datang dari Reels langsung percaya bahwa ini akun resmi prodi.