Senin pagi, kalender konten minggu ini masih kosong, dan semua anggota tim sedang sibuk ujian. Di situasi seperti ini, AI bisa menjadi teman brainstorming yang tidak pernah kehabisan ide. Tapi ingat: AI menghasilkan banyak ide, bukan selalu ide yang bagus. Tugasmu adalah memberi arahan dan menyaring.

Peserta lokakarya menempelkan kertas catatan berwarna di papan saat brainstorming

Ide dari AI tetap perlu dipilah bersama tim, sama seperti ide dari kertas tempel. Foto: Dadrik, CC BY-SA 4.0 via Wikimedia Commons

Mulai dengan konteks, bukan dengan permintaan kosong

Prompt beri saya ide konten Instagram akan menghasilkan ide umum yang cocok untuk akun mana pun. Berikan konteks supaya idenya spesifik:

Saya mengelola akun Instagram Prodi Akuntansi di sebuah universitas swasta di Tangerang Selatan. Audiens utama: mahasiswa aktif dan calon mahasiswa SMA/SMK. Content pillars kami: Kenalan Prodi, Belajar Bareng, Cerita Kampus, dan Info Penting. Bulan depan ada masa UTS dan pembukaan pendaftaran gelombang 2. Berikan 10 ide konten untuk pillar Belajar Bareng. Untuk setiap ide, tulis judul singkat dan format yang paling cocok (Feed, Carousel, Reels, atau Story).

Content pillars dan persona dibahas di panduan Menyusun Strategi Konten Berbasis Content Pillars dan Target Audiens. Kalau timmu sudah punya dokumen itu, tempel ringkasannya ke prompt.

Lima teknik brainstorming dengan AI

Lima teknik brainstorming ide konten dengan AI

Contoh hasil dan cara menyaringnya

Misalkan AI memberi daftar ide seperti ini (contoh untuk latihan):

Ide Format Saringan
5 rumus akuntansi yang sering keluar di UTS Carousel Lolos, berguna dan bisa disimpan
Sehari jadi mahasiswa akuntansi Reels Lolos, cocok untuk calon mahasiswa
Tips investasi saham untuk pemula Carousel Perlu dicek, bukan bidang utama prodi dan berisiko jadi nasihat keuangan
Akuntan akan digantikan AI? Reels Perlu hati-hati, topik sensitif, butuh narasumber dosen
Meme akuntan vs anak teknik Feed Ditolak, berisiko menyindir prodi lain

Saring setiap ide dengan tiga pertanyaan:

  1. Apakah sesuai dengan pillar dan persona? Kalau tidak bisa disebut untuk siapa, tolak.
  2. Apakah kita punya bahan atau narasumbernya? Ide bagus tanpa bahan hanya akan tertunda.
  3. Apakah aman untuk akun resmi? Hindari topik yang menyinggung, memancing perdebatan, atau di luar kewenangan prodi.

Minta AI mengembangkan ide terpilih

Setelah memilih, minta AI membantu menurunkan ide menjadi rencana:

Kembangkan ide "5 rumus akuntansi yang sering keluar di UTS" menjadi kerangka carousel 7 slide: slide sampul, 5 slide isi (satu rumus per slide dengan contoh soal singkat), dan slide penutup dengan ajakan menyimpan.

Lalu cek isinya ke dosen atau sumber yang benar, terutama rumus, istilah, dan contoh soal. AI bisa saja salah menulis rumus.

Catat ide di bank ide

Ide yang tidak dipakai sekarang belum tentu buruk. Simpan di bank ide tim, misalnya tab khusus di spreadsheet kalender konten, lengkap dengan pillar dan formatnya. Saat menyusun kalender bulan berikutnya, kamu tinggal mengambil dari sana. Cara menyusun kalendernya ada di panduan Membuat Kalender Konten Selama 30 Hari.