Akun prodi membawa nama institusi. Satu kesalahan kecil, misalnya gelar dosen yang salah, tanggal acara yang keliru, atau data akreditasi yang tidak tepat, bisa membuat orang meragukan informasi lain dari akunmu. Risiko ini makin besar saat memakai AI, karena AI bisa menulis hal yang keliru dengan kalimat yang sangat meyakinkan.

Cek fakta adalah kebiasaan yang bisa dilatih, bukan bakat. Foto: Inyor4mr, CC BY 4.0 via Wikimedia Commons
Kenapa AI bisa salah
AI generatif menyusun jawaban dari pola bahasa, bukan dari database fakta yang pasti. Akibatnya:
- AI bisa mengarang nama, angka, judul buku, atau kutipan yang tidak pernah ada.
- AI bisa memakai informasi lama karena tidak tahu perkembangan terbaru.
- AI bisa mencampur fakta dari dua hal yang mirip, misalnya dua kampus dengan nama yang mirip.
Penjelasan lebih lengkap ada di panduan Mengenal AI Generatif dan Kegunaannya dalam Produksi Konten.
Langkah 1: Tandai semua klaim
Baca draf dan tandai (misalnya dengan stabilo atau warna teks) semua bagian yang berupa fakta yang bisa dicek:

Langkah 2: Cek ke sumber asli
Untuk setiap klaim yang ditandai, cari sumber terbaik. Urutan sumber dari yang paling bisa dipercaya:
| Jenis informasi | Sumber yang dipakai |
|---|---|
| Data acara | Rundown, TOR, atau konfirmasi panitia |
| Nama dan gelar dosen | Laman resmi prodi atau konfirmasi langsung |
| Data kampus (akreditasi, jumlah mahasiswa) | Situs resmi universitas atau lembaga terkait |
| Kebijakan akademik | Pengumuman resmi atau bagian akademik |
| Data umum (statistik nasional, istilah) | Lembaga resmi atau sumber primer, bukan blog |
Kalau sebuah fakta tidak bisa ditemukan sumbernya, hapus. Jangan diganti dengan kalimat yang membuatnya terdengar samar tapi tetap menyiratkan hal yang sama.
Langkah 3: Pakai metode SIFT untuk informasi dari internet
Kalau bahanmu berasal dari internet, misalnya artikel atau unggahan media sosial, pakai empat langkah yang dikenal sebagai SIFT:

Langkah 4: Cek gambar dan visual
- Foto dari internet: pakai pencarian gambar seperti Google Lens untuk melihat dari mana foto itu berasal dan apakah pernah dipakai untuk konteks lain.
- Gambar buatan AI: perhatikan detail yang janggal seperti tangan, tulisan di latar, atau logo yang terdistorsi. Jangan memakai gambar AI yang terlihat seperti foto asli untuk menggambarkan kejadian nyata.
- Grafik dan infografik: pastikan angka di grafik sama dengan sumber datanya.
Langkah 5: Baca ulang sebagai pembaca
Setelah fakta beres, baca ulang seluruh tulisan sebagai pembaca biasa:
- Apakah ada kalimat yang melebih-lebihkan, misalnya mahasiswa kami semua langsung bekerja setelah lulus?
- Apakah ada bagian yang bisa disalahpahami atau menyinggung kelompok tertentu?
- Apakah nadanya sesuai dengan akun resmi?
Ceklis sebelum publikasi

Soal keterbukaan
Ikuti kebijakan kampus atau koordinator soal penyebutan penggunaan AI. Prinsip yang aman: AI boleh membantu menyusun draf, tapi tanggung jawab isi tetap ada pada tim. Kalau ada kesalahan, yang meminta maaf dan memperbaiki adalah akun prodi, bukan alat AI-nya.


