Konten yang bagus tapi tidak punya ajakan sering berakhir begini: orang membaca, mengangguk, lalu lanjut menggulir. Mereka tidak mendaftar, tidak menyimpan, tidak bertanya. Bukan karena tidak tertarik, tapi karena tidak tahu harus berbuat apa. Di sinilah CTA (call to action) berperan.

Pengeras suara merah di atas meja

CTA yang baik cukup jelas terdengar tanpa harus berteriak. Foto: Solomon203, CC BY-SA 4.0 via Wikimedia Commons

CTA yang baik punya empat ciri

Empat ciri CTA yang baik: satu tindakan, kata kerja jelas, ada alasan, mudah dilakukan

Pilih CTA sesuai tujuan konten

Tidak semua konten harus berakhir dengan "daftar sekarang". CTA sebaiknya mengikuti tujuan konten itu sendiri.

Tujuan konten Contoh CTA
Pendaftaran acara Daftar lewat tautan di bio sebelum Jumat, kuotanya 100 orang.
Konten tips atau edukasi Simpan postingan ini buat dibuka lagi pas mau isi KRS.
Menjangkau orang baru Kirim ke temanmu yang lagi bingung pilih jurusan.
Membuka obrolan Kamu paling deg-degan di mata kuliah apa? Tulis di komentar.
Mengarahkan ke website Langkah lengkapnya ada di website prodi, tautannya di bio.

Kalau kamu baru belajar membaca angka Insights, CTA seperti simpan dan kirim ke teman akan terlihat hasilnya di jumlah simpan dan bagikan. Penjelasan angkanya ada di panduan Memahami Istilah Reach, Impressions, Engagement, dan Views.

Dari CTA lemah ke CTA jelas

Perbandingan CTA yang lemah atau memaksa dengan CTA yang jelas

Kolom kanan punya dua masalah berbeda. Yang pertama dan terakhir terlalu kabur atau terlalu banyak. Yang kedua dan ketiga memaksa: memakai huruf kapital, tanda seru berlebihan, dan rasa takut ketinggalan yang dibuat-buat.

Desakan yang jujur

Membuat orang segera bertindak boleh, asal alasannya nyata. Bandingkan:

  • Desakan nyata: Pendaftaran ditutup Jumat (memang ditutup Jumat), Kuota 100 orang (memang dibatasi).
  • Desakan dibuat-buat: Kesempatan terakhir! padahal masih ada gelombang berikutnya.

Akun resmi prodi bergantung pada kepercayaan. Sekali ketahuan melebih-lebihkan, pengikut akan ragu pada pengumuman berikutnya.

Taruh CTA di tempat yang tepat

  • Di caption: biasanya di kalimat terakhir, dipisah dengan baris kosong supaya terlihat.
  • Di desain: tulis singkat di slide terakhir carousel atau di bagian bawah poster, misalnya Daftar: tautan di bio.
  • Di video: ucapkan di akhir, lalu tampilkan juga sebagai teks di layar selama dua sampai tiga detik.
  • Di Story: pakai stiker tautan atau stiker pertanyaan, karena orang bisa langsung mengetuknya.

Latihan

Ambil lima postingan terakhir akun prodimu. Untuk masing-masing, jawab: apa tujuan postingan ini, dan apa satu tindakan yang ingin kita minta? Lalu tulis ulang CTA-nya dengan rumus kata kerja + objek + alasan atau batas waktu. Contoh: Simpan postingan ini (kata kerja + objek) supaya gampang dicari pas masa KRS (alasan).