Bayangkan menggulir grid Instagram sebuah akun yang setiap postingannya memakai warna berbeda: merah muda, hijau neon, ungu, oranye. Akun itu sulit diingat. Sebaliknya, akun yang konsisten memakai dua atau tiga warna yang sama akan langsung dikenali, bahkan sebelum orang membaca namanya.

Kipas contoh warna berisi deretan warna cetak

Brand guidelines menentukan warna resmi dengan kode yang pasti. Foto: Hannes Grobe, CC BY-SA 4.0 via Wikimedia Commons

Apa itu brand guidelines

Brand guidelines (pedoman identitas visual) adalah dokumen resmi yang mengatur cara memakai logo, warna, dan font sebuah institusi. Universitas biasanya punya dokumen ini, dan sebagian prodi juga punya turunannya.

Sebelum menentukan warna sendiri, tanyakan dulu ke bagian humas atau koordinator Medcom apakah pedoman itu ada. Kalau ada, ikuti. Kalau belum ada, langkah di bawah membantumu menyusun palet sementara yang tetap sejalan dengan warna logo kampus dan prodi.

Tiga peran warna dalam palet

Tiga peran warna dalam palet brand: warna utama, warna sekunder, dan warna aksen, dengan contoh palet Masarin Unpam

Palet di atas adalah palet situs Masarin Unpam, dipakai sebagai contoh. Untuk akun prodi, pakai warna dari pedoman resmi.

  • Warna utama adalah wajah brand. Biasanya diambil dari logo.
  • Warna netral dipakai untuk teks dan latar, misalnya putih, hitam, abu-abu, atau versi sangat gelap dari warna utama.
  • Warna aksen dipakai sedikit saja untuk menarik perhatian, misalnya tombol ajakan atau angka penting.

Aturan 60-30-10

Aturan ini membantu membagi porsi warna supaya desain terasa seimbang.

Aturan 60-30-10: 60 persen warna dominan, 30 persen warna pendukung, 10 persen warna aksen

Contoh: latar biru (60%), kotak informasi putih dan teks biru tua (30%), tombol "Daftar" kuning (10%). Kalau warna aksen dipakai di mana-mana, ia tidak lagi menarik perhatian.

Pakai kode warna, bukan kira-kira

Warna "biru" bisa berarti ratusan warna berbeda. Supaya semua anggota tim memakai warna yang sama persis, pakai kode HEX, yaitu enam karakter diawali tanda pagar, misalnya #204ECB.

Format kode Dipakai untuk Contoh
HEX Desain digital: Canva, web, media sosial #204ECB
RGB Desain digital, aplikasi desain 32, 78, 203
CMYK Cetak (spanduk, brosur) Sesuai pedoman percetakan

Kalau pedoman resmi belum mencantumkan HEX, ambil warnanya dari file logo versi digital. Di Canva, pilih elemen, klik kotak warna, lalu lihat kode warnanya. Jangan mengambil warna dari foto logo yang difoto ulang, karena warnanya bisa bergeser.

Simpan palet di Canva

Supaya tidak mengetik kode warna berulang kali:

  1. Buka panel Brand (atau Brand Kit) di halaman utama Canva.
  2. Tambahkan palet warna dan masukkan kode HEX satu per satu.
  3. Tambahkan juga font dan logo resmi kalau fiturnya tersedia di akunmu.

Fitur Brand Kit lengkap tersedia di Canva berbayar atau akun tim. Kalau akunmu belum punya fitur ini, simpan kode warna di catatan bersama tim, atau buat satu halaman desain berisi kotak-kotak warna resmi yang bisa disalin.

Cek kontras sebelum dipakai

Tidak semua pasangan warna brand cocok untuk teks. Kuning di atas putih, misalnya, hampir tidak terbaca. Buat tabel kecil pasangan yang boleh dipakai untuk teks:

Pasangan warna teks dan latar dari palet contoh yang boleh dan tidak boleh dipakai

Ringkasnya

Mulai dari pedoman resmi, tentukan peran setiap warna, bagi porsinya dengan aturan 60-30-10, simpan kodenya, lalu cek kontrasnya. Palet yang sama bisa dipakai di semua konten, dari poster sampai carousel edukasi, yang dibahas di panduan Membuat Carousel Edukasi dengan Layout Konsisten.