Di tim konten, kamu akan sering mendengar tiga istilah ini: copywriting, content writing, dan scriptwriting. Ketiganya memang sama-sama menulis, tapi tujuannya beda. Kalau tertukar, hasilnya bisa aneh: caption promosi yang bertele-tele seperti artikel, atau naskah video yang terdengar kaku karena ditulis seperti teks untuk dibaca.

Orang menulis di buku catatan di samping laptop

Satu penulis bisa mengerjakan ketiganya, asal tahu sedang menulis untuk apa. Foto: Shixart1985, CC BY 2.0 via Wikimedia Commons

Ringkasnya

Perbandingan copywriting, content writing, dan scriptwriting dari tujuan, panjang, dan contoh

Copywriting: tulisan yang mengajak

Copywriting adalah tulisan yang tujuannya membuat orang melakukan sesuatu: mendaftar, datang, mengklik, atau menyimpan. Karena itu, copywriting biasanya pendek dan setiap katanya harus bekerja.

Contoh copywriting untuk poster seminar:

Bingung mau kerja di mana setelah lulus? Dengar langsung dari HR yang merekrut ratusan orang tiap tahun. Sabtu ini, Aula Kampus Viktor. Kursi terbatas, daftar lewat tautan di bio.

Contoh rekaan untuk latihan.

Perhatikan polanya: ada masalah yang dekat dengan pembaca, ada alasan untuk datang, dan ada ajakan di akhir.

Content writing: tulisan yang menjelaskan

Content writing adalah tulisan yang memberi informasi atau pengetahuan. Tujuannya membuat pembaca paham, merasa terbantu, dan akhirnya percaya pada sumbernya. Contohnya artikel Cara Mengajukan Cuti Kuliah atau berita kegiatan prodi.

Content writing tidak harus punya ajakan langsung. Artikel yang benar-benar berguna sudah membangun kepercayaan, dan kepercayaan itu yang nanti membuat orang memilih prodimu. Kategori Penulisan Artikel Web di Masarin membahas jenis tulisan ini secara lengkap.

Scriptwriting: tulisan untuk diucapkan

Scriptwriting adalah menulis naskah untuk video atau audio. Bedanya paling terasa di sini: naskah tidak dibaca, tapi didengar dan ditonton. Jadi kalimatnya harus enak diucapkan, pendek, dan disertai arahan gambar.

Contoh potongan naskah Reels:

Visual Suara (VO atau bicara ke kamera)
Close-up wajah mahasiswa, ekspresi bingung "Katanya kuliah akuntansi itu cuma ngitung uang. Bener nggak sih?"
Cut ke ruang lab komputer "Ternyata di semester tiga kami sudah belajar software akuntansi yang dipakai perusahaan."
Teks di layar: Mau tahu yang lain? "Simpan video ini, nanti kita bahas mata kuliah favorit kami."

Contoh naskah di atas rekaan untuk latihan.

Satu topik, tiga bentuk

Supaya bedanya makin terasa, ini satu topik yang ditulis dalam tiga bentuk.

Contoh satu topik pendaftaran beasiswa ditulis sebagai copywriting, content writing, dan scriptwriting

Syarat beasiswa di contoh ini rekaan. Selalu pakai syarat resmi dari kampus.

Kapan memakai yang mana

Kebutuhan Jenis tulisan
Caption poster pendaftaran Copywriting
Teks di poster atau thumbnail Copywriting
Berita kegiatan untuk website Content writing
Artikel tips atau panduan layanan Content writing
Caption carousel edukasi Content writing yang diringkas, ditutup ajakan
Naskah Reels dan TikTok Scriptwriting
Video profil prodi Scriptwriting

Dalam praktik, ketiganya sering bercampur. Caption carousel edukasi, misalnya, isinya content writing, tapi kalimat pertama dan penutupnya memakai teknik copywriting. Yang penting kamu sadar sedang menulis untuk tujuan apa.

Mulai dari mana

Kalau baru bergabung di tim konten, mulai dari copywriting pendek, yaitu caption. Latihannya cepat, hasilnya langsung terlihat dari respons audiens. Panduan berikutnya, Menulis Caption Instagram yang Tidak Kaku, bisa jadi langkah pertamamu.